Pendidikan di Indonesia dan Faktor Penghambatnya
Oleh: Alinda Surya Hidayasa
Pendidikan adalah tonggak kemajuan bangsa. Menjadi bangsa
yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin di capai oleh setiap negara di
dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju tidaknya suatu negara di
pengaruhi oleh faktor pendidikan. Pendidikan merupakan proses mencetak generasi
penerus bangsa yang berkualitas. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang
di dunia yang masih mempunyai masalah besar dalam dunia pendidikan. Kita
mempunyai tujuan bernegara ”mencerdaskan kehidupan bangsa” yang seharusnya jadi
sumbu perkembangan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa. Yang kita
rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan.
Rendahnya mutu pendidikan menghambat penyediaan sumber daya menusia yang
mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di
berbagai bidang.
Banyak faktor dan masalah yang menyebabkan pendidikan di
Indonesia tidak bisa berkembang, diantaranya:
(1). Mahalnya biaya pendidikan.
Pendidikan di Indonesia menjadi sulit bagi mereka yang hidup
di bawah garis kemiskinan. Mayoritas penduduk Indonesia yang berada di bawah
garis kemiskinan mengakibatkan terbengkalai nya mereka dalam hal pendidikan.
Selain kemauan mereka yang tidak pernah tumbuh dan sadar akan pendidikan,
faktor ekonomi menjadi alasan utama
mereka untuk tidak menyentuh dunia pendidikan.
Pemerintah sudah mencanangkan pendidikan gratis dan bahkan
pendidikan wajib 12 tahun, akan tetapi biaya-biaya lain yang harus di tangguh
oleh para siswa tidaklah gratis. Biaya untuk perjalanan ke sekolah, membeli
buku, seragam, dan peralatan sekolah lainnya tidak murah. Mereka harus
memikirkan biaya lain selain biaya pendidikan yang bahkan lebih mahal di
bandingkan biaya pendidikan itu sendiri. Selain itu, biaya hidup yang semakin
meninggi terkadang membuat masyarakat lebih memilih untuk bekerja mencari
nafkah dibanding harus melanjutkan pendidikannya
(2). Fasilitas pendidikan yang kurang memadai
Yang menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia adalah
fasilitas pendidikan yang masih kurang memadai. Banyak sekolah-sekolah yang
bangunannya sudah hampir rubuh, tidak memiliki fasilitas penunjang seperti meja
belajar, buku, perlengkapan teknogologi, dan alat-alat penunjang lainnya yang
menyebabkan pendidikan tidak dapat berkembang secara optimal.
(3). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
Perhatian yang diberikan pemerintah dalam hal pendidikan di
kota dan di desa sangatlah berbeda. Pemerintah yang lebih menaruh perhatian
pada pendidikan di perkotaan membuat kualitas pendidikan di perkotaan dan di
pedesaan menjadi timpang. Salah satu contohnya ialah dalam masalah
kesejahteraan guru. Gaji guru di desa jauh lebih rendah dibading gaji guru di
kota. Hal ini menyebabkan banyak guru yang lebih memilih bekerja di kota
daripada di desa. Alhasil kualitas guru di kota lebih baik dibanding guru di
desa. Selain masalah kesejahteraan guru, juga terdapat ketimpangan dalam hal
bantuan untuk fasilatas pendidikan, dan banyak hal lainnya. Maka tidak heran
apabila kualitas pendidikan di Indonesia masih belum merata dimana kualitas
pendidikan di kota lebih baik daripada di desa.
Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas
antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem
pendidikan. Pemerintah harus peka terhadap kondisi pendidikan di setiap daerah
dan dapat mengambil langkah yang pasti untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan
kondisi daerah masng-masing. Tidak hanya pemerintah, tetapi masayarat juga
harus bahu-bahu bersama pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran bahwa
pendidikan itu penting dan dapat selalu mengawasi kegiatan pendidikan di
Indonesia. Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut
perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing
secara sehat dalam segala bidang. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan
berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan
mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia
internasional.
(Sumber: http://regional.kompasiana.com)
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Posting Komentar